Subscribe:

Ads 468x60px

sedang melaut

Sabtu, 07 Mei 2011

biofouling dan biocontrol pada budidaya tiram mutiara

Hasil riset pada tiram mutiara menunjukkan bahwa lambatnya pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang rendah diakibatkan oleh berkurangnya sumber makanan. Deplesi akan mengurangi populasi makanan alami selama periode rendahnya produktivitas primer, dan hal ini sangat mempengaruhi budidaya tiram mutiara karena bluming organism penempel (biofouling). Organisme penempel dapat menghambat aliran air kedalam dan keluar keramba dan mengurangi kepadatan pakan alami. Biofouling juga dapat menempel pada cangkang tiram mutiara yang dapat mengganggu fungsi-fungsi penting seperti pembukaan dan penutupan cangkang atau mengurangi nilai ekonomis tiram mutiara. Banyak organism penempel dapat bersaing dengan organism budidaya seperti tiram mutiara untuk mendapatkan makanan. Efek negative dari penempelan ini dapat lebih besar di daerah tropis. Secara umum organism penempel mempunyai sifat merugikan dan dibutuhkan cara untuk meminimalkan dampaknya terutama pada budidaya tiram mutiara.

Sejumlah teknik, seperti scraping manual dan menyikat, penjemuran, pembakaran, pestisida dan penyemprotan bertekanan tinggi kadang-kadang digunakan untuk membasmi organism penempel dari cangkang tiram. Namun banyak teknik yang tidak sesuai untuk kerang, karena dapat menyebabkan stress. Penyemprotan bertekanan tinggi dapat digunakan untuk menghilangkan organisme penempel di jaring, namun jadwal pembersihan (waktu dan musim) dan efektivitas biaya perlu dievaluasi di masing-masing tempat. Biocontrols dapat digunakan untuk mengurangi akumulasi organism penempel. Pada budaya tiram, kepiting (Kanker irroratus) dapat membatasi pertumbuhan organisme fouling. Littorina littorea lebih efisien mengontrol organisme penempel pada juvenil tiram mutiara. Pemanfaatan Lytechinus variegatus sebagai biokontrol lebih efektivitas untuk membersihkan jaring dan cangkang pada budiaya tiram mutiara.

0 komentar: