Subscribe:

Ads 468x60px

sedang melaut

Minggu, 10 Juni 2012

Propolis, sejarah singkat dan arah pemanfaatannya

Propolis sangat menarik minat para peneliti pada beberapa dekade terakhir kerena memiliki sifat biologis dan farmakoilogi seperti immunomodulator, anti tumor, anti mikroba, anti peradangan, dan anti oksidan. Pendekatan metode ethnopharmacologikal yang mengkombinasikan metode kimia dan biologis dapat mengarahkan penggunaan profolis pada industri farmakologi . Propolis ternyata bukan merupakan temuan baru, penggunan propolis telah dilakukan pada zaman prasejarah, sekitar 300 sm yang lalu. propolis digunakan sebagai obat dan popular di berbagai belahan dunia. Mesir, Yunani, dan Roma telah menggunakan propolis untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seerti luka di kulit karena propols memiliki agen anti inflamasi yang dapat menyembuhkan luka dan bisul. mesir kuno menggunakan propolis untuk mengawetkan mayat dan digunakan selama perang boer untuk mengobati luka. Walau penggunaannya untuk pengobatan masih berlanjut sampai sekarang namun penelitian tentang sifat biologi dari propolis baru menarik perhatian ilmuan beberapa tahun belakangan ini.

Jumat, 16 Desember 2011

ikan terompet (Aulostomus sp)

Famili aulostomidae merupakan family yang sangat khusus dan bertipe tunggal, Ikan ini mempunyai pipa-pipa yang memanjang dari ujung mulut ke bagian rahang dan menyerupai bentuk terompet. Ikan ini dikenal pula dengan nama ikan terompet. Aulostomids memiki kemiripan dengan kuda laut. Spesies ikan terompet hanya terdiri dari 3 yaitu Chinese Trumpetfish, Aulostomus chinensis Linnaeus, 1766. Trumpetfish, Aulostomus maculatus Valenciennes, 1837 dan Atlantic Cornetfish, Aulostomus strigosus Wheeler, 1955.

ikan mola mola (ocean sunfish)

Ikan mola mola merupakan salah satu ikan terberat dibumi ini. Berat rata-rataikan mola dewasa mencapai 1.000 kg atau 1 ton. Spesies ini merupakan penghuni asli perairan tropis dan iklim sedang di seluruh dunia. Bentuk tubuh yang unik karena mempunyai sirip ventral dan sirip yang menyerupai layar sehingga kelihatan lebih tinggi apabila siripnya dibentangkan.

Minggu, 11 Desember 2011

fish schooling (ikan schooling)

Pernahkah anda mendengar tentang ikan yang sedang schooling? Hebat yah ikan saja bias schooling. Ikan scholling ini tidak ada hubungannya dengan ikan masuk sekolah seperti kita pada umumnya. Schooling sebernanya merupakan suatu fenomena ikan untuk berkumpul dan bergerak seirama dalam jumlah yang besar di lautan.

Jumat, 02 Desember 2011

Piranha lebih senang menakuti lawan dengan suara

Dibalik reputasinya yang buruk, ikan piranha tampaknya lebih senang mengeluarkan suara seperti gonggongan ketimbang menggigit. Para ilmuwan baru-baru ini telah menemukan bahwa ikan menakutkan tersebut ternyata lebih sering menggunakan suara untuk berkomunikasi-dan kerap digunakan untuk mengintimidasi lawannya ketimbang menyerang. Dengan menggunakan mikrophon bawah air para ilmuwan merekam suara ikan piranha yang saling berhadapan. Mereka melaporkan temuannya tersebut ke dalam Jurnal Experimental Biology. Dalam jurnal tersebut mereka mengatakan ada tiga suara yang berhasil mereka rekam dan ketiganya memiliki pesan yang berbeda. Kepala Tim Penelitian ini, Eric Parmentier dari Universitas Liege, Belgia, telah mempelajari suara dan cara berkomunikasi berbagai jenis ikan.

Kebiasaan kawin cumi-cumi di laut dalam

Kebiasaan kawin cumi-cumi di laut-dalam untuk pertama kalinya diketahui, setelah ditemukannya seekor cumi-cumi jantan sedang ereksi. Alat kelamin cumi-cumi jantan itu hampir sepanjang tubuhnya sendiri, termasuk lapisan bagian luar tubuhnya, kepala dan guritanya.
Hal itu memperlihatkan bahwa ikan cumi-cumi laut-dalam mempergunakan penisnya untuk membuahi cumi-cumi betina dengan menyemprotkan spermanya ke dalam tubuh cumi-cumi betina. Temuan ini juga menjelaskan bagaimana ikan cumi-cumi berukuran besar kawin di laut dalam. Dr Alexander Arkhipin, pakar perikanan laut-dalam Departemen Perikanan Pemerintah Kepuluauan Falkland (Malvinas) yang berbasis di Stanley, menjelaskan bagaimana ia serta para kerabat-kerjanya berhasil mendapatkan temuan itu.

Kamis, 01 Desember 2011

Katak bisa prediksi gempa bumi

Para ilmuwan mengatakan mereka mungkin telah menemukan cara katak memperkirakan gempa bumi. Pada tahun 2009, katak-katak di L'Aquila, Italia menghilang dari kolam-kolam setempat, tiga hari sebelum gempa besar. Para peneliti -dalam laporan yang diterbitkan di Jurnal Internasional untuk Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat- mengatakan batu-batu di kerak Bumi mengeluarkan partikel bermuatan, sebelum gempa dan hal ini mempengaruhi air.
Para ilmuwan memperkirakan katak dapat mendeteksi perubahan ini sebelum lempeng tektonik bergeser. Tim yang dipimpin oleh Friedemann Freund dari NASA dan Rachel Grant dari Universitas Terbuka Inggris berharap hipotesis mereka ini dapat membantu pakar biologi dan geologi untuk bekerja sama mencari tahu bagaimana binatang mengetahui tanda-tanda gempa.

Rabu, 30 November 2011

RECIRCULATING AQUACULTURE SYSTEMS

Recirculating Aquaculture Systems (RAS) Sistem resirkulasi budidaya (recirculating aquaculture systems) ikan adalah sebuah system produksi ikan yang menggunakan system tertutup dimana penggantian air hanya dilakukan karena adanya penguapan atau pembersihan. Sistem RAS telah berkembang di Negara Negara maju seperti di Amerika serikan dan Negara-negara uni eropa dimana biaya lahan dan tenaga kerja sangat mahal Beberapa keuntungan menggunakan system RAS disbanding dengan budidaya ikan secara konvensional atau tradisional adalah. Kebutuhan air yang minim. Sarana budidaya yang dirancang dan dioperasikan dapat mengurangi kebutuhan air lebih dari 5% setiap hari. Membutuhkan sedikit lahan : Pada wilayah potensial yang memiiki harga tanah mahal, system RAS dapat memproduksi ikan budidaya lebih banyakpada area yang sempit. Kebutuhan lokasi kurang dari 1/20 dibanding dengan kebutuhan untuk tambak tradisional.

Kamis, 27 Oktober 2011

Biosintesis hormon steroid

Berdasarkan target organnya, hormone steroid terbagi menjadi dua sub kelompok yakni hormone seksual termasuk hormone progestasional (progestin dan estrogen) dan hormone adrenal. Kedua kelompok tersebut berasal dari kolesterol yang mempunyai struktur dasar siklopentanoperhidrofenantren. Struktur kerangka C-27 pada kolesterol berasal dari Acetil-CoA yang telah mengalami serangkaian peristiwa sebagai berikut : diawali dari pembentukan asestat menjadi mevalonat yang membutuhkan enzim HMG-CoA reduktase kemudian diubah menjadi squalene dilanjutkan dengan lanosterol. Selanjutnya, lanosterol akan diubah menjadi kolesterol sebagai produk intermediate dengan mengambil tiga gugus karbon. Selai sebagai precursor hormone steroid, kolesterol yang banyak terdapat di membrane sel juga merupakan salah satu komponen bagi kelangsungan hidup sel.

Rabu, 26 Oktober 2011

stress pada ikan

Stres pada ikan merupakan proses yang sangat kompleks. Terdapat banyak misteri yang mengelilingi penyebab stress pada ikan dan masih banyak konsep tentang stress yang belum jelas. Hampir semua pengetahuan tentang stress ikan berdasarkan hasil penelitian pada ikan-ikan komersial dan masih berkutat pada hal-hal yang sangat mendasar. Ketika publik berbicara tentang stress, selalu tentang tekanan mental dan emosi, namun ternyata stress merupakan konsekuensi dari aktivitas biokimia dan physiologi. Stress menyebabkan respon internal hormon yang sama terhadap semua hewan vertebrata termasuk ikan. Lalu apa sebenarnya stress itu, apakah mudah untuk didefinisikan? Pertama. Kita harus membedakan antara sumber stress. Yang merujuk pada penyebab stress dan reaksi internal yang menyebabkannya. Definisi sederhana stress pada ikan dapat menyebabkan stimulus yang dibutuhkan untuk respon physiologi oleh hewan dan upaya untuk beradaptasi dengan rangsangan tersebut.
Stres dapat digambarkan sebagai respon fisiologis