Subscribe:

Ads 468x60px

sedang melaut
Tampilkan postingan dengan label nila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nila. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2011

Fenotip dan genotip warna ikan nila

Perkembangan budidaya ikan nila dimulai pada tahun 1969 sejak dimasukkan pertama kali dari Taiwan. Dalam rangka peningkatan produktivitas budidaya ikan nila serta penyediaan sumber genetik baru, pada tahun 1981 Indonesia kembali mengintroduksi ikan nila dari Thailand dengan nama red NIFI (National Inland Fishery Institute). Karena perkembangan ikan nila belum memenuhi target produksi yang diharapkan, maka pada tahun 1995 ikan nila GIFT (Genetic improvement of Farmed Tilapia) generasi ke 3 dari Filipina kembali diintroduksikan ke Indonesia melalui Balai Penelitian Air Tawar. Pada tahun 1997 kembali didatangkan ikan nila GIFT generasi ke 6 yang lebih unggul daripada generasi sebelumnya. Penyebaran ikan nila sangat cepat didukung dengan kecepatannya bereproduksi dan memiliki kemampuan yang baik untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru sehingga ikan ini mudah menyebar dan menjadi primadona perikanan tawar. Dampak negatifnya adalah terjadinya silang dalam yang berakibat pada menurunya kualitas genetik ikan sehingga menyebabkan menurunnya performa baik pertumbuhan, daya tahan terhadap penyakit maupun kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.